Masa neonatal merupakan masa sejak lahir sampai 4 minggu (28 hari) sesudah kelahiran. Di Indonesia saat ini tercatat angka kematian bayi masih sangat tinggi yaitu 35 bayi tiap 1.000 kelahiran hidup, itu artinya dalam satu tahun sekitar 175.000 bayi meninggal sebelum mencapai usia satu tahun. Menurut penelitian yang dilakukan di Negara Ghana dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah anak, 22 % kematian bayi yang baru lahir yaitu kematian bayi yang terjadi dalam satu bulan pertama dapat dicegah bila bayi disusui oleh ibunya dalam satu jam pertama kelahiran. Mengacu pada hasil penelitian itu, maka diperkirakan program inisiasi menyusu dini (IMD) dapat menyelamatkan sekurangnya 30.000 bayi Indonesia yang meninggal dalam bulan pertama kelahiran.
Dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) dalam satu jam pertama, bayi akan mendapat zat-zat gizi yang penting dan mereka terlindung dari berbagai penyakit berbahaya pada masa yang paling rentan dalam kehidupannya. Itu pula sebabnya IMD tahun ini menjadi tema pekan menyusui sedunia, sesuai dengan ketetapan yang dikeluarkan oleh Asosiasi Menyusui Dunia. Sayangnya, berdasarkan survei demografi kesehatan Indonesia tahun 2002-2003 hanya ada 4 % bayi yang mendapat ASI dalam satu jam kelahirannya.
Sejak tahun 2006 Departemen Kesehatan bersama UNICEF (United Nations Children’s Fund) melatih tenaga kesehatan dan kader masyarakat tentang konseling menyusui dengan tujuan meningkatkan pemberian ASI eksklusif yang dapat mengurangi masalah kurang gizi serta kematian balita di Indonesia. Menurut Kepala Perwakilan UNICEF untuk Indonesia , Gianfranco Rotigliano, peningkatan pemberian ASI eksklusif kepada bayi-bayi Indonesia akan mengurangi masalah gizi dan kesehatan balita. ASI bukan cuma sumber gizi terbaik, tetapi juga dapat menyelamatkan jiwa bayi pada bulan-bulan pertama yang rawan. Data UNICEF menyebutkan, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kelahiran dapat mencegah kematian sekitar 1,3 juta bayi di seluruh dunia tiap tahun. Namun, menurut survei demografi kesehatan Indonesia tahun 2002-2003, hanya 8 % bayi Indonesia yang mendapat ASI eksklusif enam bulan sedangkan pemberian susu formula terus meningkat hingga tiga kali lipat dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Kesehatan bayi berhubungan dengan resistensi terhadap penyakit infeksi, penyakit kronik, alergi, dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Antibodi mempunyai kekebalan terhadap serangan kuman yang dapat menimbulkan penyakit infeksi. Antibodi terdiri dari kekebalan seluler dan kekebalan humoral. Kekebalan seluler dilakukan oleh sel darah putih (lekosit, limfosit, plasma sel) sedangkan kekebalan humoral dilakukan oleh immunoglobulin (Ig). Ig adalah suatu golongan protein yang mempunyai daya zat anti terhadap infeksi yang termasuk dalam kelas γ globulin. Ada 5 Ig dalam tubuh manusia yaitu IgG, IgM, IgA, IgD, dan IgE. IgG terbentuk pada kehamilan bulan ketiga, dapat menembus plasenta dan pada waktu bayi lahir kadarnya sama dengan kadar IgG ibu. Fungsi dari IgG adalah anti bakteri, anti jamur, anti virus, dan anti toksik. IgG memberikan kekebalan pasif pada bayi selama beberapa bulan. Pada kolostrum kandungan IgG adalah 500 mg /100 ml ASI dan menurun menjadi 100 mg/ 100 ml sampai umur bayi 5 bulan.
Ada 5 tahapan perilaku sebelum menyusu ( the breast crawl), yaitu dalam 30 menit pertama bayi dalam keadaan siaga dan menyesuaikan diri dengan lingkungan, antara 30-40 menit bayi mengeluarkan suara, gerakan mengisap dan memasukkan tangan ke mulut, kemudian mengeluarkan air liur, langkah keempat kaki menekan-nekan ibu untuk bergerak ke arah payudara dengan puting susu sebagai sasaran, menjilat-jilat kulit ibu menyentuh puting susu dengan tangannya, menghentak kepala ke dada ibu, menoleh ke kanan dan ke kiri dan yang terakhir menemukan puting susu ibu untuk menyusu.
Penelitian pada negara berkembang dan maju dengan IMD memperlihatkan penurunan insiden penyakit infeksi termasuk meningitis bakteri, bakterimia, diare, infeksi saluran napas, otitis media, infeksi saluran kemih, sepsis pada bayi preterm. Sebagai tambahan, angka kematian bayi postneonatal di Amerika Serikat berkurang 21% pada bayi menyusu.
- Siregar A. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI oleh ibu melahirkan. USU digital library 2004.
- Edmond K, Zandoh C, Quigley M, et al. Delayed breastfeeding initiation increases risk of neonatal mortality. Pediatrics 2006; 117; 380-386.
- ----------Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics 2005; 115; 496-506.